Tampilkan postingan dengan label Jawa Timur. Tampilkan semua postingan

Pendakian santai puthuk siwur 1429 MDPL

Sahabat blakrakmani kali ini saya akan Blakrak ke puthuk siwur atau adik nya gunung pundak , kalau sudah baca artikel kemarin tentang pendakian gunung pundak, Kalau belum baca ini link Gunung Pundak kalai ini saya dan Bagus teman saya mencoba explor Puthuk siwur yang jalur pendakian nya baru di bukak awal taun 2017 ini rute untuk menuju ke lokasi pos pendakian puthuk siwur dari mojosari lurus ke arah pacet sampai bertemu dengan pertigaan belok ke kiri
lurus kurang lebih 2 km sampai bertemu papan gapura masuk ke dusun claket jl. Cempaka
kenapa lewat jalan kampung sini, jika kita lewat gapuro pemandian air panas kita akan menambah ongkos pendakian sebesar Rp.15.000 per orang, karena kita bisa lebih menghemat ongkos kita untuk mendaki ke puthuk siwur. masuk aja ke jalan menenanjak ikuti ajalan nya sampai bertemu pertigaan belok kanan dan akhir nya bertemu pos pendakian nya
dari pos sini kita registrasi pendakian sebesar Rp. 10.000 palkir 5000 Dari pos sini kita bisa mendaki G.pundak ataupun ke puthuk siwur atau 2 skaligus jugak bisa Masuk jalur pendakian di samping pos registrasi
Sebelum mulai pendakain bahwalah air dari bawah sebap sepanjang jalur pendakian puthuk siwur tidak ada sumber air sama sekali cukup ambil air di posregistrai ini satu orang 2 botol sayarasa sudah cukup buat masak dan minum, pendakian masuk di jalan setapak, tidak butuh waktu lama cukup 30 menit sudah di pos selfie area kenapa di namain pos selfie are karena di sini tempat nya cocok buat selfie pas mendaki soal nya view rumah penduduk, mirip di paralayang batu malang
Selama perjalna menuju pos camp 1 ada tempat cocok untuk bermain hamock ataupun duduk-duduk karena masi di kawasan hutan pinus cukup 15 menit suda berada di camp 1 di camp 1 ini ada tumpukan batu bisa di buat camp, tempat nya cukup luas
Mulai keluar hutan pinus Perjalanan semakin menanjak, di sini ada spot foto mirip batu ratapan angin cocok buat sekedar foto atau selfie, ternyata cuaca kurang mendukung hujan dan anggin cukup kencang, akhir nya mendirikan bivak untuk berteduk dari hujan sampai redah sambil bikin kopi buat hangatin badan yg mulai kediginan


Setelah redah eh teryata di depan uda pos Goa bebek teryata gk jauh kurang lebih 30 menit dadi camp 1 ke Goa bebek ini, tempat nya sempit kurang cocok buat di jadikan untuk camp setelah ku kelilingi pos nya yang 🙋jadi pertanyaan di mana yah letak goa bebek nya ah sudah lah perjalanan kita lanjutkan untuk ke puncak cukup 30 menit uda berada di pertigaan bilah ke kiri naik ke atas menuju puncak gunung pundak bila ke kiri uda puncak puthuk siwur, baru nyampek di puncak hujan turun lagi ngluarin bivak lagi buat berteduh dan masak makanan dan tak lupa foto
Untuk perjalanan turun cukup 1 jam saja sebelum nyampek pos 1 kami bertemu seseorang eh ternyata bertemu bliau pak fandi, pak Fandi adalah orang yang membukak jalur pendakian Puthuk siwur sekaligus sebagai pengelolah tempat wisata ini, baru sebentar berbicang bincangeh teryata hujan turun lagi kami segerah turun kebawah untuk berteduh di pos, sesampek di post hujan masi deras lalu kita lanjut kan perbincagan dengan pak fandi tentang sejarah gunung pundak dan puthuk siwur. sekian cerita pendakian kali ini apabila ada kesalahan dalam katat-kata atau penulisan mohon maaf, nantikan cerita Blakrak selanjut...........

Mendaki Gunung Pundak - Surganya pendaki Pemula



BLAKRAKMANIA - Sahabat Blakrakmania kali ini tim blakak mania, mblakrakan ke gunung pundak yang berlokasi di daerah claket, sebuah kawasan di wilayah Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. untuk menuju gunung pundak rute yang kita lalui dari Mojosari - trawas - claket, dari pertigaan trawas ambil kanan ke yang rute menutu pacet, hingga ada Gerbang hutan R.soerjo, dari jalan raya memasuki gerbang merupakan jalan cor dan lebar, ada pos yang menandakan memasuki wilayah pacet, tapi pos ini masih belum di fungsikan, dari gerbang tahura sekitar 1 km lagi akan menemukan tanda sampai di Owa yg berada di kiri jalan, langsung saja masuk ke pos perijinan.

(Belok kiri)



dari perijinan melakukan tiket pendaftaran dan mengisi biodata ke basecamp, setelah mendaftar di basecamp titipkan motor kalain ke atas karena lebih aman di warung pak Gun.


Ini lah pintu masuk pendakian MT.PUNDAK
sebenar jalan ke pundak sangat mudah karena di sepanjang jalan setapak pendakian ada pipa sumber air dari atas sampai pos terakhir atau pos 3,
(Jalan setapak menuju pos 1) Cukup 15 menit kita sudah sampai di pos 1 ada pondok kecil untuk berteduh dan ada sumber mata air

Perjalana di lanjut cukup ikuti pipa air sudah sampai di pos 2 cukup 30 menit kita sudah sampai di pos 2
, di pos 2 tidak ada gubuk untuk istirahat Prrjalanan di lanjut karena jarak dari pos 2 sampai pos 3 cukup 15 , di pos terakhir ini kita bisa isi air untuk masak dan minum karena di pos 3 ini sumber mata air terakhir sebelum puncak,
Di pos 3 ini ada pertigaan kalau ke kiri menujuk puncak gunung pundak, sedangkan kalau ke kanan jalur pendakian gunung welirang via claket , konon kata penjaga base camp jalur pendakian gunung welirang via claket harus mengunakan guide di karenakan jalur pendakian bia claket jalur pendakian nya masi alami sering para pendaki bila beruntung akan berjumpa kijang jikak tidak beruntung malah bertemu macan yg menghuni di gunung welirang.

(Vegetasi sebelum puncak ) Ini view jalan menuju puncak jagan lupa foto**,
Ini lah puncak gunung pundak seperti tananh lapang,
waktu dari pos 3 ke puncak kurang lebih 30 menit. Di gunung pundak ini gunung nya cukup bersih dan alami karena tidak ada sampah sama sekali cocok untuk pendaki pemula karena jalan sangat mudah sumber air pun melimpah, sekian info perjalanan team blakrakmania surve MT.pundak .



Pantai pudak blitar, jajaran 10 pantai yang masih sepi

Berkunjung Ke Pantai Pudak - Blitar



Pada kali ini sahabat Blakrak Mania berunjung ke Kota Blitar pada tanggal 03 - 04 Oktober 2015, dengan tujuan utama Pantai Pudak yang berlokasi di dusun banyuurip desa ngadipuro kecamatan wonotirto, bermula ajakan sahabat Blakrak Mania yang bernama Fahri ke Pantai Pudak ini, padahal saya semula berkeinginan mengunjungi Pantai Patok Gebang di Kota Tulung Agung ( belum pernah kesini ) tetapi keputusan terakir berangkatlah ke Kota Blitar.

Selesai rutinitas pekerjaan, pulang ke rumah sebentar untuk mandi dan packing perlengkapan yang mau dibawa, berangkatlah ke meet point yang di tuju, yaitu di Kecamatan krian. Dengan anggota peserta yang sudah berkumpul semua ( sekitar jam 9 malam ) berangkatlah menuju Kota Blitar dengan Rute Mojokerto - Pare - Blitar. Buuudallll….. (berangkat), ada kesan mistis rute Krian - Mojokerto - Pare dimana semuanya pada ngebutttt mana jalanan yang bergelombang berlubang dimana mana ( jalur alternatif ) membuat perut sakit untung aja gak sampe mabuk ( masak iya naek motor sampe mabuk ) skip skip…. tibalah di Pare untuk istirahat sebentar dan mengisi perut yang sudah kosong belum makan dari sore hari ( curcol ), murah oooiii makanan di Pare ini, untuk sepiring Nasi Pecel hanya seharga Rp. 5000, setelah mengisi perut dan chit chat ama ibu ibu penjual pecel ( efek jomblo ).


lanjut perjalanan ke Kota Blitar dengan rute jalur alternatif melewati perkampungan dengan jalan yang belum teraspal saat memasuki wilayah blitar, setibanya di Blitar mampir dulu ke minimarket untuk membeli minuman dan sedikit camilan dan bertanya pada mas mas pegawai minimarket yang ditanya soal rute ke lokasi pantai pudak pada tidak tau #tepukjidat, berbekal informasi dari internet dan google map kita lanjutkan lagi perjalanan, waktu sudah menunjukkan pukul 2 pagi, beberapa kali kesasar (buta rute) dan juga beberapa kali tanya warga tetapi tidak mengerti yang namanya Pantai Pudak ( bener bener jarang di kunjungi ini pantai ) dan akhirnya sampailah di perempatan terminal lodoyo sekitar jam 3an pagi ( lama karana tidak tau jalan ), note ya… titik point untuk sampai ke pantai pudak carilah terminal lodoyo dan tinggal jalan lurus ke arah selatan ke desa ngeni.



Lanjut lagi dari Perempatan Terminal Lodoyo ke arah Desa Ngeni jalanan mulai menanjak melewati perbukitan dan di kelilingi hutan jadi dengan kondisi langit cerah, sayang disini tidak mangambil gambar untuk dokumentasi, berikut gambaran hutan jadi ketika siang hari, di ambil pada saat perjalanan pulang dan dengan tempo sesingkat singkatnya (ambilnya di atas motor saat melaju )

#Foto diambil ketika perjalanan pulang


sesampainya di Pasar Ngeni sekitar jam 4 pagi, berhenti sebentar untuk istirahat dikarnakan beberapa sahabat Blakrak Mania tidak sabar untuk sampai kelokasi perjalanan dilanjutkan lagi ( istirahatnya benar benar sebentar #PLaaakkk )

#Pertigaan Pasar Ngeni


ikuti jalan besar saja karna jalan ke Pantai Pudak adalah jalan utama yang di lewati truck pengangkut hasil bumi seperti tanaman tebu ataupun kayu, titik titik yang perlu di ketahui setelah melewati Pasar Ngeni akan berjumpa pertigaan di tengah jalan ada pohon, pilih belok ke kanan
                 

yang terpenting disini tetap lewat jalan yang paling besar karna banyak pertigaan pertigaan tanpa ada tanda arah ke Pantai Pudak 
                
Laaaahh…. pada pertigaan ini kita nyasar ambil jalan lurus sampe akhirnya jalan buntu #hahahaha sampe sampe di gonggongin anjing anjing warga, (sampe lagi di jalur yang benar ) kondisi jalan batu batu besar dan tajam rontok ini tulang rasanya di badan (sebagian jalan ada yang sudah di perbaiki dengan sistem pengecoran), tibalah kita di SD ( lupa nama SD nya lebih tepatnya ngak tau kali yak….) dan di pinggir jalan baru ada petunjuk arah bila berjalan lurus kita akan menjumpai 6 pantai, Pantai Pudak, Pantai Bakung, Pantai Benelan, Pantai Dung Dowo, Pantai Selok Dadap, Pantai Selok Kancil, dan bila ambil rute ke kanan akan ada 4 pantai, Pantai Keben, Pantai Jebring, Pantai Princen, Pantai Wediitem.


Lanjutttt….. berjalan lurus untuk menuju Pantai Pudak, perjuangan belum berakhir sampai disitu karna jalan batu masih panjanggg…… dan mataharipun belum terlihat



#suasana di atas bukit pinggir pantai




Setelah puas menikmati sunrise di atas bukit lanjut perjalanan ke Pantai tujuan utama apalagi kalau bukan Pantai Pudak, hingga akhirnya sampai juga di Pantai, ada kesan tersendiri disini karna Pantai Selatan Jawa berkabut lumayan tebal dan ternyata tidak hanya di Pantai Pudak teman saya yang juga Plesir ke Pantai daerah Kota Tulung Agung di hari yang sama juga mengalami yang namanya pantai berkabut, tidak ada loket (tiket masuk) disini, parkirpun bebas mau dimana, dan kita parkirkan motor langsung di pinggir pantai.







di Pantai Pudak hanya sebentar karna sebagian anggota ingin cepat pulang padahal belum explore semua yang ada disini, sekitar jam 8 sudah kembali pulang hingga tiba di rumah dengan selamat, terima kasih telah berkunjung. bila ada kata kata yang kurang menarik ataupun kurang berkenan mohon bimbingannya, #salam

Credit : arifin
*Tulisan lama yang baru sempat di upload

Trip Patung Buddha Tidur Mojokerto dan Gunung Kelud Kediri yang di luar Rencana

Patung Buddha Tidur Mojokerto dan Gunung Kelud Kediri


             Bermula rencana berkunjung untuk menikmati kenduren atau pesta duren di Wonosalam - Jombang pada tanggal 29 maret 2016, dan pagi itu berangkat pada pukul 6 pagi dari tempat kumpul di Menganti - gresik, setelah kumpul anggota kali ini empat orang, perjalanan di mulai melalui rute Bypass Krian - Mojokerto - Wonosalam, sebelum ke wonosalam mampir dulu ke salah satu patung buddha tidur terbesar yang ada di indonesia, tidak jauh dari jalan utama propinsi, tepatnya terletak di komplek Maha Vihara Majapahit desa Bejijong Kecamatan Trowulan Kab Mojokerto, meskipun sudah beberapa kali melewati jalan propinsi disini belum pernah terpikirkan untuk mengunjungi patung buddha tidur ini, jadi ini pertama kalinya kita kesini, meskipun pagi hari ternyata sudah banyak juga pengunjung disini, tidak begitu lama agar tidak terlalu siang, kita lanjutkan lagi ke tujuan berikutnya.




Memasuki wilayah wonosalam arus di alihkan karna macet yang sudah panjang, akhirnya mencari jalan kampung dan kembali lagi ke jalan utama, dan ternyata tidak berjalan lama di jalan utama kondisi ke titik pesta duren macet total hingga tidak bisa gerak, karna macet yang tidak memungkinkan untuk sampai tepat waktu di acara kenduren tersebut, kita putuskan untuk berkunjung ke destinasi lainnya, dan kesepakatan jatuh ke gunung kelud yang sekaligus bertepatan satu tahunnya setelah meletus tahun 2014, sebelum keluar dari kawasan wonosalam tidak lupa kuliner durian tentunya, setelah itu lanjut lagi, rute kali ini melewati pare, dan tentunya istirahat sebentar untuk mengisi perut, pilihat kali ini adalah rujak cingur yang sudah terkenal di daerah pare, lokasinya dekat dengan pasar dan masuknya lewat jalan belakang alun alun alun pare, mungkin sedikit susah untuk mencari lokasinya karna tidak berada di pinggir jalan raya. lanjut perjalanan ke gunung kelud, sampai juga akhirnya di gunung kelud yang malah bukan termasuk tujuan destinasi yang kita rencanakan sebelumnya, ternyata untuk mendekati puncak gunung kelud sudah di buka akan tetapi untuk parkir motor dengan puncak masih tergolong jauh jaraknya dan harus jalan kaki untuk ke atas, berbeda dengan dulu yang tinggal parkir motor dekat terowongan masuk kawah kelud, bangunan tempat parkir dulu yang di atas dan juga pemandian air panas sudah hilang terkena letusan. parkir motor sudah, isi perut sudah, saatnya berjalan ke atas mendekati puncak, suasana mendung tapi kita putuskan untuk jalan terus ke atas, ternyata tidak bisa sampai ke puncak ataupun ke kawah, tidak adanya jalan dan juga terowongan, dampak letusan yang masih menyisahkan banyak batu batu besar, dengan kondisi jalan juga yang rawan longsor, sedikit ngos ngosan juga ternyata padahal dengan puncak yang dulu masih jauh, kita tidak di perbolehkan meneruskan ke atas juga ada batasan mungkin karna masih berbahaya, sedikit berlama lama disini, setelah puas melihat sekitar akhirnya di putuskan turun dan akhir dari tujuan trip kali ini, kali ini perjalanan langsung pulang ke rumah, dan tentu saja membawa oleh oleh durian untuk orang rumah tapi kali ini beli di sekitar bypass krian agar membawa sampai rumah tidak terlalu susah, sampai rumah sudah malam, dan semua sampai di rumah masing masing dengan selamat. akhir dari perjalanan.