Tampilkan postingan dengan label Touring. Tampilkan semua postingan

Pantai pudak blitar, jajaran 10 pantai yang masih sepi

Berkunjung Ke Pantai Pudak - Blitar



Pada kali ini sahabat Blakrak Mania berunjung ke Kota Blitar pada tanggal 03 - 04 Oktober 2015, dengan tujuan utama Pantai Pudak yang berlokasi di dusun banyuurip desa ngadipuro kecamatan wonotirto, bermula ajakan sahabat Blakrak Mania yang bernama Fahri ke Pantai Pudak ini, padahal saya semula berkeinginan mengunjungi Pantai Patok Gebang di Kota Tulung Agung ( belum pernah kesini ) tetapi keputusan terakir berangkatlah ke Kota Blitar.

Selesai rutinitas pekerjaan, pulang ke rumah sebentar untuk mandi dan packing perlengkapan yang mau dibawa, berangkatlah ke meet point yang di tuju, yaitu di Kecamatan krian. Dengan anggota peserta yang sudah berkumpul semua ( sekitar jam 9 malam ) berangkatlah menuju Kota Blitar dengan Rute Mojokerto - Pare - Blitar. Buuudallll….. (berangkat), ada kesan mistis rute Krian - Mojokerto - Pare dimana semuanya pada ngebutttt mana jalanan yang bergelombang berlubang dimana mana ( jalur alternatif ) membuat perut sakit untung aja gak sampe mabuk ( masak iya naek motor sampe mabuk ) skip skip…. tibalah di Pare untuk istirahat sebentar dan mengisi perut yang sudah kosong belum makan dari sore hari ( curcol ), murah oooiii makanan di Pare ini, untuk sepiring Nasi Pecel hanya seharga Rp. 5000, setelah mengisi perut dan chit chat ama ibu ibu penjual pecel ( efek jomblo ).


lanjut perjalanan ke Kota Blitar dengan rute jalur alternatif melewati perkampungan dengan jalan yang belum teraspal saat memasuki wilayah blitar, setibanya di Blitar mampir dulu ke minimarket untuk membeli minuman dan sedikit camilan dan bertanya pada mas mas pegawai minimarket yang ditanya soal rute ke lokasi pantai pudak pada tidak tau #tepukjidat, berbekal informasi dari internet dan google map kita lanjutkan lagi perjalanan, waktu sudah menunjukkan pukul 2 pagi, beberapa kali kesasar (buta rute) dan juga beberapa kali tanya warga tetapi tidak mengerti yang namanya Pantai Pudak ( bener bener jarang di kunjungi ini pantai ) dan akhirnya sampailah di perempatan terminal lodoyo sekitar jam 3an pagi ( lama karana tidak tau jalan ), note ya… titik point untuk sampai ke pantai pudak carilah terminal lodoyo dan tinggal jalan lurus ke arah selatan ke desa ngeni.



Lanjut lagi dari Perempatan Terminal Lodoyo ke arah Desa Ngeni jalanan mulai menanjak melewati perbukitan dan di kelilingi hutan jadi dengan kondisi langit cerah, sayang disini tidak mangambil gambar untuk dokumentasi, berikut gambaran hutan jadi ketika siang hari, di ambil pada saat perjalanan pulang dan dengan tempo sesingkat singkatnya (ambilnya di atas motor saat melaju )

#Foto diambil ketika perjalanan pulang


sesampainya di Pasar Ngeni sekitar jam 4 pagi, berhenti sebentar untuk istirahat dikarnakan beberapa sahabat Blakrak Mania tidak sabar untuk sampai kelokasi perjalanan dilanjutkan lagi ( istirahatnya benar benar sebentar #PLaaakkk )

#Pertigaan Pasar Ngeni


ikuti jalan besar saja karna jalan ke Pantai Pudak adalah jalan utama yang di lewati truck pengangkut hasil bumi seperti tanaman tebu ataupun kayu, titik titik yang perlu di ketahui setelah melewati Pasar Ngeni akan berjumpa pertigaan di tengah jalan ada pohon, pilih belok ke kanan
                 

yang terpenting disini tetap lewat jalan yang paling besar karna banyak pertigaan pertigaan tanpa ada tanda arah ke Pantai Pudak 
                
Laaaahh…. pada pertigaan ini kita nyasar ambil jalan lurus sampe akhirnya jalan buntu #hahahaha sampe sampe di gonggongin anjing anjing warga, (sampe lagi di jalur yang benar ) kondisi jalan batu batu besar dan tajam rontok ini tulang rasanya di badan (sebagian jalan ada yang sudah di perbaiki dengan sistem pengecoran), tibalah kita di SD ( lupa nama SD nya lebih tepatnya ngak tau kali yak….) dan di pinggir jalan baru ada petunjuk arah bila berjalan lurus kita akan menjumpai 6 pantai, Pantai Pudak, Pantai Bakung, Pantai Benelan, Pantai Dung Dowo, Pantai Selok Dadap, Pantai Selok Kancil, dan bila ambil rute ke kanan akan ada 4 pantai, Pantai Keben, Pantai Jebring, Pantai Princen, Pantai Wediitem.


Lanjutttt….. berjalan lurus untuk menuju Pantai Pudak, perjuangan belum berakhir sampai disitu karna jalan batu masih panjanggg…… dan mataharipun belum terlihat



#suasana di atas bukit pinggir pantai




Setelah puas menikmati sunrise di atas bukit lanjut perjalanan ke Pantai tujuan utama apalagi kalau bukan Pantai Pudak, hingga akhirnya sampai juga di Pantai, ada kesan tersendiri disini karna Pantai Selatan Jawa berkabut lumayan tebal dan ternyata tidak hanya di Pantai Pudak teman saya yang juga Plesir ke Pantai daerah Kota Tulung Agung di hari yang sama juga mengalami yang namanya pantai berkabut, tidak ada loket (tiket masuk) disini, parkirpun bebas mau dimana, dan kita parkirkan motor langsung di pinggir pantai.







di Pantai Pudak hanya sebentar karna sebagian anggota ingin cepat pulang padahal belum explore semua yang ada disini, sekitar jam 8 sudah kembali pulang hingga tiba di rumah dengan selamat, terima kasih telah berkunjung. bila ada kata kata yang kurang menarik ataupun kurang berkenan mohon bimbingannya, #salam

Credit : arifin
*Tulisan lama yang baru sempat di upload

Trip Patung Buddha Tidur Mojokerto dan Gunung Kelud Kediri yang di luar Rencana

Patung Buddha Tidur Mojokerto dan Gunung Kelud Kediri


             Bermula rencana berkunjung untuk menikmati kenduren atau pesta duren di Wonosalam - Jombang pada tanggal 29 maret 2016, dan pagi itu berangkat pada pukul 6 pagi dari tempat kumpul di Menganti - gresik, setelah kumpul anggota kali ini empat orang, perjalanan di mulai melalui rute Bypass Krian - Mojokerto - Wonosalam, sebelum ke wonosalam mampir dulu ke salah satu patung buddha tidur terbesar yang ada di indonesia, tidak jauh dari jalan utama propinsi, tepatnya terletak di komplek Maha Vihara Majapahit desa Bejijong Kecamatan Trowulan Kab Mojokerto, meskipun sudah beberapa kali melewati jalan propinsi disini belum pernah terpikirkan untuk mengunjungi patung buddha tidur ini, jadi ini pertama kalinya kita kesini, meskipun pagi hari ternyata sudah banyak juga pengunjung disini, tidak begitu lama agar tidak terlalu siang, kita lanjutkan lagi ke tujuan berikutnya.




Memasuki wilayah wonosalam arus di alihkan karna macet yang sudah panjang, akhirnya mencari jalan kampung dan kembali lagi ke jalan utama, dan ternyata tidak berjalan lama di jalan utama kondisi ke titik pesta duren macet total hingga tidak bisa gerak, karna macet yang tidak memungkinkan untuk sampai tepat waktu di acara kenduren tersebut, kita putuskan untuk berkunjung ke destinasi lainnya, dan kesepakatan jatuh ke gunung kelud yang sekaligus bertepatan satu tahunnya setelah meletus tahun 2014, sebelum keluar dari kawasan wonosalam tidak lupa kuliner durian tentunya, setelah itu lanjut lagi, rute kali ini melewati pare, dan tentunya istirahat sebentar untuk mengisi perut, pilihat kali ini adalah rujak cingur yang sudah terkenal di daerah pare, lokasinya dekat dengan pasar dan masuknya lewat jalan belakang alun alun alun pare, mungkin sedikit susah untuk mencari lokasinya karna tidak berada di pinggir jalan raya. lanjut perjalanan ke gunung kelud, sampai juga akhirnya di gunung kelud yang malah bukan termasuk tujuan destinasi yang kita rencanakan sebelumnya, ternyata untuk mendekati puncak gunung kelud sudah di buka akan tetapi untuk parkir motor dengan puncak masih tergolong jauh jaraknya dan harus jalan kaki untuk ke atas, berbeda dengan dulu yang tinggal parkir motor dekat terowongan masuk kawah kelud, bangunan tempat parkir dulu yang di atas dan juga pemandian air panas sudah hilang terkena letusan. parkir motor sudah, isi perut sudah, saatnya berjalan ke atas mendekati puncak, suasana mendung tapi kita putuskan untuk jalan terus ke atas, ternyata tidak bisa sampai ke puncak ataupun ke kawah, tidak adanya jalan dan juga terowongan, dampak letusan yang masih menyisahkan banyak batu batu besar, dengan kondisi jalan juga yang rawan longsor, sedikit ngos ngosan juga ternyata padahal dengan puncak yang dulu masih jauh, kita tidak di perbolehkan meneruskan ke atas juga ada batasan mungkin karna masih berbahaya, sedikit berlama lama disini, setelah puas melihat sekitar akhirnya di putuskan turun dan akhir dari tujuan trip kali ini, kali ini perjalanan langsung pulang ke rumah, dan tentu saja membawa oleh oleh durian untuk orang rumah tapi kali ini beli di sekitar bypass krian agar membawa sampai rumah tidak terlalu susah, sampai rumah sudah malam, dan semua sampai di rumah masing masing dengan selamat. akhir dari perjalanan.







Explore Tulungagung Bendungan Wonorejo - Pantai Sidem - Pantai Popoh - Pantai Coro

Explore Tulungagung
Bendungan Wonorejo - Pantai Sidem - Pantai Popoh - Pantai Coro


       pada malam paskah tepatnya tanggal 24 maret 2016, kita bertiga saya (Arifin), Fahri dan Rizal memutuskan blakrak kali ini ke kota Tulungagung dengan tujuan utama pantai coro, pilihan fahri dan saya ingin ke bendungan wonorejo, ok rencana start pada jam 11 malam, akan tetapi karna kelupaan batrai camera yang belum di charge akhirnya start baru mulai 1.00 dini hari tanggal 25 maret 2016. rute yang di lewati krian - mojokerto - pare - kediri - tulungagung. mulai memasuki kota mojokerto kemacetan terasa padahal masih jam 1.30 dini hari, mungkin karna sebagian orang libur panjang, istirahat sejenak sambil ambil foto di simpang lima kediri atau yang biasa di sebut gumul.



sampainya di gumul sudah sekitar pukul 03.30, istirahat sejenak telah selesai lanjut ke tujuan pertama yaitu bendungan wonorejo, yang terletak di desa wonorejo kec. pagerwojo kab. tulungagung. mungkin karna pak supir yang kurang fit minta istirahat lagi sekalian sholat subuh di daerah tulungagung, lanjut lagi perjalanan, sampai di perempatan jalan wilis di putuskan untuk mencari makan terlebih dahulu, diputuskan untuk bungkus makanan yang rencananya akan di makan pada saat sampai di bendungan, nasi pecel sebagai pilihan disini, lanjut perjalanan ke bendungan kondisi beranjak terang di susul terbitnya matahari belum sampai ke bendungan berhenti dulu, untuk ambil gambar persawahan hijau sejuk di mata.







setelah ambil foto lanjut perjalanan ke bendungan, sesampainya di bendungan jam sudah menunjukan sekitar 06.30 pagi, parkir motor dan carit tempat istirahat sekalian makan nasi pecel yang sudah di beli sebelumnya. disini rizal sudah kecapean hingga akhirnya di putuskan untuk tidur saja tidak ikut ke dalam kawasan bendungan. akhirnya saya dan fahri yang mengexplore bendungan wonorejo ini, sekitar 08.30 di putuskan kembali ke tempat rizal istirahat, sebelum kembali fahri merasa masuk angin, mungkin karna sehabis makan keluar kringat banyak di tambah terik matahari yang menyengat, sesampainya di tempat rizal istirahat bangunin rizal, nunggu sarapan setelah itu tak lupa foto sebentar lanjut lagi ke tujuan ke dua, kali ini jauh ke selatan kab. tulungagung, ketika perjalanan memang dari parkir bendungan wonorejo kondisi tank level bbm sudah kritis, dan terjadilah beneran motor tidak bisa jalan yang menandakan kehabisan bensin, lucunya disini ketika pom bensin tepat di depan dengan jarak sekitar 20 meteran, dorong motor sambil ketawa, ini sial apa beruntung ya !! bingungkan, sama... hahahaha....


  




setelah isi bahan bakar lanjut perjalanan hingga sampai di pasar bandung, kali ini kuliner durian, durian disini murah murah tetapi daging duriannya tidak terlalu tebal, makan durian hingga dua teman saya sudah tidak kuat makan lagi, lagi lagi hanya saya yang tidak ada bosannya makan durian, lanjut makan durian sendiri, yang lainnya pergi minum es buah, kenyang makan durian walaupun entah mengapa nafsu pingin makan masih ada #efekdoyan menyusul yang lain untuk minum es buah, karna hari ini jumat dan otomatis bagi muslim melakukan sholat jum,at akhirnya berhenti di salah satu masjid perkampungan sebelum sampai tujuan yang di tuju, setelah sholat lanjut perjalanan lagi, setelah berkendara beberapa puluh menit akhirnya terlihat dari kejauhan birunya lautan pantai kidul di jawa, dengan ciri khas pantainya berdekatan dengan bukit bukit, memasuki lokasi kita ambil tujuan yang paling barat yaitu pantai sidem, ada pembangkit listrik disini, aliran sungai yang deras langsung menuju laut, sayang airnya agak coklat, lanjut perjalanan sedirikit ke barat menemukan sungai niama dengan bebatauan yang bagus bersebelahan dengan pantai sidem akan tetapi disini tidak di perbolehkan mendekat ada plang bertuliskan "dilarang keras mendekat karna disini tempat berbahaya juga bukan tempat wisata".






di sungai ini memang tidak ada orang akan tetapi membuat saya dan yang lain turun karna keindahannya, berfoto sejenak di tempat yang aman, setelah itu lanjut ke pantai popoh dan berencana sekaligus untuk makan siang, memasuki pantai popoh dan ada penjual ikan bakar dan ternyata harga tidak ramah kantor sehingga mengurungkan niat untuk makan ikan bakar, liat liat pantai popoh dan berhenti makan sejenak di warung sekitar, pesan 1 porsi rujak dan 2 porsi nasi lodeh, setelah makan dan berisitrahat sejenak lanjut lagi ke pantai coro, jalanan disini mulai tidak bersahabat karna kondisi bebatuan dan harus mamarkirkan motor di rumah warga sekitar, biaya parkir 5000 dan harus di lanjutkan jalan kaki, hanya motor rizal yang bisa survive hingga parkiran akhir, sudah jam 4 sore ketika sampai di sekitar rumah warga padahal harus malanjutkan perjalanan jalan kaki menuju pantai coro dengan jarak 1km,an jalan setapak naik turun hingga sampai di pantai coro yang sepi pengunjung, karna kondisi mulai gelap tidak berlama lama, ambil gambar dan lanjut lagi berjalan kaki menuju lanjutan dari pantai coro, tebing dengan pemandangan pantai selatan di tambah lagi rumbut rumput hijau yang menambah keindahan tempat tersebut. dan akhir dari tujuan kita untuk blakrakan hari ini.


jalan setapak menuju pantai coro











perjalanan pulang dengan kondisi bandan yang sudah capek semua di tambah lagi keluar pantai coro di sambut gerimis tetapi tidak begitu lama sudah redah, kita putuskan untuk mencari SPBU untuk mandi mandi membersihkan badan, sehabis mandi isi bensin sekalian lanjut makan malam yang berada dekat SPBU, menu kali ini nasi bebek setelah kenyang lanjut perjalanan pulang, dari pantai coro hingga rumah kali ini saya yang nyetir kendaraan padahal belum tidur 2 hari, karna si fahri yang merasa ngantuk sampai kota tulungaung ternyata habis hujan, perjalanan terasa dinggi hingga sampai di kediri karna rizal yang sudah tidak kuat lagi dengan mata mengantuk akhirnya di putuskan untuk tidur sebentar di SPBU yang memang juga tersedia tempat untuk istirahat, lagi lagi saya yang bagian jaga 2 makhluk jomblo, satu jam istirahat dan sudah menunjukkan pukul 11 malam perjalanan di lanjutkan lagi, dan lagi lagi beli durian untuk di bawa pulang hingga sampai juga akhirnya di rumah fahri tidak berhenti disitu karna perjalanan saya masih harus lanjut 45 menit lagi, sampai juga dirumah bersih bersih langsung tepar, bersyukur karna sampai semua di rumah masing masing dengan selamat, dan balik ke rutinitas seperti biasanya, terima kasih juga kepada pambaca blakrakmania.com tunggu terus cerita selanjutnya dan jangan lupa follow kita untuk mengikuti ubdate,an lagi ataupun yang ingin ikut perjalanan kita silahkan kontak.

Bukit teletubbies blitar - perkebunan gambar


Sobat blakrak mania, kali ini tempat yang akan di kunjungi berada di utara kota blitar tepatnya di perkebunan gambar, di kampung anyar desa sumberasri kec. glegok kota blitar.

Perjalanan di mulai dari kota sidoarjo,  kita ber 4 memulai perjalanan start dari kec krian - sidoarjo, pukul 2 pagi perjalanan melalui rute kota mojokerto - jombang - pare - blitar. Istirahat dulu di kec pare untuk sholat shubuh setelah itu di lanjut lagi perjalanan menuju tujuan pertama yaitu candi penataran, iya kenapa tidak langsung saja ke tujuan utama karna untuk menuju ke tujuan utama melewati juga candi penataran dengan kondisi yang masih pagi di putuskan untuk masuk ke objek sejarah candi penataran terlebih dahulu, yang baru di buka pukul 7 pagi, karna sesampainya di sini loket masuk belum di buka di manfaatkanlah untuk mandi ataupun sarapan, masuk objek wisata sejarah candi penataran damagae cost disini seiklasnya untuk biaya kebersihan.





Lanjut dari penataran kita langsung pergi ke bukit bukit hijau yang ada di blitar untuk rute ke sini karna tidak adanya plang petunjuk jalan bisa menanyakan ke penduduk lokal bilang saja perkebunan gambar. Dari candi penataran kita belok kekanan (jalan raya) setelah melewati gardu masuk area penataran belok ke kiri tinggal lurus mengikuti jalur truck tambang.
Perjalanan di lanjutkan kembali, sebelum memasuki perkebunan gambar melewati sungai, jembatan lagi di perbaiki dengan aliran lahar dari gunung kelud yang berwarna coklat, pemandangan saat memasuki perkebunan gambar mata akan di manjakan oleh ladang buah pepaya di mana pohonnya yang masih kecil tetapi sudah berbuah, ladang nanas yang memang salah satu khas dari blitar.





Setelah melewati permukiman perkebunan gambar jalanan kurang bersabat dimana jalan kecil, dan berlubang lubang terkena aliran air bekas air hujan diharapkan hati hari untuk sampai ke lokasi bukit teletubbies ( tower ) damage cost disini "gratis". Di lokasi kita bisa mendirikan tenda bagi yang memang niatnya menginap, pemandangan dari sini terlihat jelas megahnya gunung kelud dan perkampungan kota blitar bagian selatan. 







Setelah berfoto foto perjalanan dilanjutkan pulang ke rumah di karnakan salah satu anggota yang harus bekerja shift malam hari. Tak lupa kuliner durian yang memang lagi musimnya di pasar patok (kalau gak salah). Setelah kenyang makan durian perjalanan di lanjut pulang, kita melewati rute blitar - pare - wonosalam - mojokerto - krian. Perjalanan di sambut hujan yang lumayan deras. Hujan membuat kembali lapar mampir dulu makan, dan kuliner kali ini adalah nasi wader, selesai makan lanjut perjalanan pulang, akhir dari perjalanan kali ini. Terima kasih